Siswa SLB dan Keluarga Tak Mampu Lintas Kepercayaan Mendapat Santunan dan Pengobatan Gratis

Siswa SLB dan Keluarga Tak Mampu Lintas Kepercayaan Mendapat Santunan dan Pengobatan Gratis

Ketua YKKJRK sekaligus pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa (kedua kanan), Ketua Tim PADMA dr Adrian Suhendra (kanan), berfoto bersama panitia dan perwakilan peserta penerima santunan baksos yang digelar YKKJRK dengan PADMA di Rumah Bhineka atau Rumah Singgah Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung, Sabtu (13/4/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  —  Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami (YKKJRK) bekerja sama dengan Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA) menggelar bakti sosial, Sabtu (13/4/2019).

Seperti biasa, giat bakti sosial yang menjadi agenda rutin YKKJRK dengan PADMA, digelar di Rumah Bhineka atau Rumah Singgah Jalan Hercules No 76-78, Cipedes, Bandung.

Bakti sosial yang digelar YKKJRK bersama PADMA kali ini menyasar siswa-siswi beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari Kota Bandung, Cimahi dan Padalarang (KBB) seperti SLB Cipaganti, Cicendo, Pancaran Sinar Iman, Prima Bhakti Mulya, Citeureup dan Mandiri 1.

Ketua YKKJRK sekaligus pemilik Javaretro Suite Hotel, Petrus Adamsantosa, mengatakan bahwa selain siswa SLB, pihaknya juga memberikan santunan kepada para tunawisma, tunarungu, tunawicara, tunadaksa, serta keluarga kurang mampu dari berbagai titik seperti Permata dan Cipedes.

“Para penerima bantuan merupakan anak-anak dan orang tua. Dari SLB, anak-anak berjumlah 171 orang sisanya orang tua. Sementara dari Permata dan Cipedes jumlah anak-anaknya adalah masing-masing 16 dan dan 20, sisanya orang tua,” ujar Adam di sela kegiatan.

Santunan dan pengobatan gratis yang diberikan kepada para siswa SLB dan keluarga tak mampu terdiri dari seperangkat baju seragam sekolah serta sepatu merek ternama.

Namun yang menarik dari kegiatan kali ini adalah para penerima bantuan, baik santunan seragam sekolah dan sepatu dari YKKJRK maupun pengobatan gratis dari PADMA, terdiri dari lintas kepercayaan, baik muslim maupun non muslim.

“Ini sebagai bentuk perhatian kami kepada masyarakat dengan menjunjung nilai-nilai toleransi. Kami tak pandang bulu memberikan bantuan santunan dan pengobatan gratis. Siapapun, apapun kepercayaannya, kalau memang membutuhkan bantuan, ya kami bantu,” tutur Adam.

Tak hanya bantuan seragam dan pengobatan gratis, YKKJRK juga memberikan makanan gratis di tempat serta makanan paket untuk dibawa pulang oleh para penerima bantuan. 

Bahkan khusus anak-anak, YKKJRK secara khusus memberikan susu di tempat acara. Hal ini untuk memastikan bahwa para penerima bantuan mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Sebagai bagian dari bakti sosial, YKKJRK bahkan juga menyediakan guru bimbingan khusus bagi siswa SLB dan difabel di lantai 2 Rumah Bhineka.

Ini merupakan komitmen dari Petrus Adamsantosa untuk memberikan pelajaran-pelajaran tambahan kepada para murid SLB dan kurang mampu agar mendapatkan tambahan ilmu dari guru tambahan yang disediakan YKKJRK.

“Saya sengaja menghadirkan guru bagi anak-anak ini. Dalam proses pemberian pelajaran tambahan ini, ke depannya kami pun akan berusaha menghadirkan suasana seperti di dalam kelas yang sebenarnya agar anak-anak merasakan suasana sekolah,. Bahkan khusus hari ini saya datangkan guru khusus bagi yang berkebutuhan khusus,” kata Adam.

Hadirnya guru tambahan yang disediakan YKKJRK bertujuan untuk memberikan pelajaran-pelajaran tambahan kepada para anak sekolah dari keluarga difabel dan tidak mampu ini.

Alasannya, setiap hari para murid sekolah ini tidak mendapatkan pelajaran maksimal dari sekolah masing-masing akibat adanya berbagai keterbatasan, baik sarana prasarana maupun materi dan waktu belajar.

Adam mengakui bahwa jumlah peserta yang mendapatkan santunan serta pengobatan gratis dari pihaknya, kali ini berjumlah jauh lebih besar dari sebelumnya.

Ini membuat waktu dan jumlah santunan pun bertambah sehingga secara otomatis tom tenaga medis pun bertambah banyak.

“Ya jumlah peserta penerima santunan kali ini memang paling besar dari sebelum-sebelumnya yaitu 241 orang peaerta,” katanya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim PADMA dr Adrian Suhendra, mengatakan bahwa jumlah tim yang dibawa olehnya adalah sebanyak 20 anggota.

“Itu terdiri dari 5 dokter dan 15 anggota tim dari Maranatha,” katanya. (*) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *